Sabtu, 15 Januari 2011

ARTIKEL PERANAN SPP


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat  menyelesaikan artikel yang diberi judul “Peran Kelompok Simpan Pinjam Khusus Perempuan Pada Program Nasional  Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas Masyarakat Miskin di Perdesaan” ini dengan baik.

Pada kesempatan ini penulis menginformasikan serta memaparkan secara gamblang seluruh komponen yang sangat mendukung dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan adanya program simpan pinjam di desa/kelurahan serta  di tingkat kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Artikel ini berupa narasi yang singkat disertai dengan data pelengkap untuk mendukung kelengkapan tentang realisasi pelaksanaan kegiatan simpan pinjam di desa dan kelurahan se kecamatan  Dolok Batu Nanggar.
                    
Penulis menyadari masih banyak kekurangan atau masih belum sempurna dalam pemaparan isi atrikel ini, untuk itu penulis mengharapkan adanya saran-saran dan kritik yang sehat dan objektif demi penyempurnaan dan perbaikan artikel ini.

Akhir kata penulis sampaikan semoga artikel ini dapat memberikan kontribusi dan informasi yang berguna bagi semua pihak.



Dolok Batu Nanggar, 5 September  2010

Hormat saya





Penulis 



DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.       
DAFTAR ISI.

 

I.     PENDAHULUAN

         1.1    Deskripsi Wilayah          
                  1.1.1    Letak Geografis          
                  2.1.2    Penduduk           
                  2.1.3    Pendidikan .         
                  2.1.4    Pekerjaan          
                  2.1.5    Kesehatan          
         1.2    PNPM MP Kec. Dolok Batu Nanggar        
                  1.2.1    Tahun Anggaran 2008          
                  1.2.2    Tahun Anggaran 2009     
                  1.2.3     Tahun Anggara 2010

 

II.   PEMBAHASAN

         3.1.   Simpan Pinjam di PNPM MP        
         3.2.   Hak dan tanggung Jawab Anggota Kelompok         
         3.3.   Pengelolaan Simpan Pinjam        
         3.4.   Kilasan Kelompok SPP di Kec Dolok Batu Naggar         
                  3.4.1.   Dolok Merangir I         
                  3.4.2.   Padang Mainu          
         3.5.   Kendala dan Hambatan.         
         3.6.   Tingkat Keberhasilan Program kelompok Simpan Pinjam         

 

III.    PENUTUP

         4.3.   Kesimpulan 
         4.4.   Saran 

DAFTAR PUSTAKA

I.                  PENDAHULUAN


Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perdesaan (PNPM MP) merupakan satu upaya yang cukup “brilyan” dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu ibu-ibu di perdesaan. Pemikiran peran perempuan dalam sebuah perekonomian rumah tangga cenderung ’dibelakangkan,’ dalam arti mereka hanya mengurusi masalah masak-memasak dan cuci-mencuci tidak lagi dapat dipakai dan salah tempat.
Anggapan bahwa kaum perempuan lebih lemah-atau lebih tidak berdaya-dibanding kaum lelaki ternyata dapat dibantah. Pengalaman tersebut dibantah keras oleh para perempuan yang selama ini tergabung dalam sebuah kelompok-kelompok simpan pinjam (SPP) di tingkat dusun. Tujuan mereka semata-mata demi memenuhi kebutuhan dasar dan tentunya demi peningkatan kesejahteraan hidup keluarga.

1.1    Deskripsi Wilayah Kecamatan Dolok Batu Nanggar
         1.1.1    Letak Geografis
Kecamatan Dolok Batu Nanggar  terletak antara 02’55 Lintang Utara – 90’05 Bujur Timur dan 250 meter diatas permukaan laut dengan luas wilayah 135,30 Km2. Kecamatan Dolok Batunanggar  berbatasan dengan:
o   Sebelah Utara    :  Kabupaten Serdang Bedagei
o   Sebelah Selatan  :  Kecamatan Siantar
o   Sebelah Barat     :  Kecamatan Tapian Dolok  
o   Sebelah Timur    :  Kecamatan Pematang Bandar         
         1.1.2    Penduduk 
            Jumlah desa/kelurahan se Kecamatan Dolok Batu Nanggar  ada 15 (lima belas) satu diantaranya kelurahan Serbelawan dengan penduduk se kecamatan tersebut 38.850 jiwa dengan rincian laki-laki 19.503 jiwa, perempuan 19.347 jiwa dengan  jumlah Rumah Tangga 9.140 KK. Dari hasil identifikasi data sementara jumlah   rumah tangga miskin ada sekitar 3.901 RTM, sumber data tahun 2007.
         2.1.3    Pendidikan
Pelayanan fasilitas pendidikan tingkat sekolah Dasar di masing-masing  desa wilayah kecamatan Dolok Batu Nanggar sudah ada baik negeri maupun swasta, begitu juga untuk pendidikan Tingkat Menengah dan Tingkat Atas.
         2.1.4    Pekerjaan
            Secara umum mata pencaharian masyarakat di masing-masing desa se kecamatan adalah bertani/berkebun tanaman-tanaman palawija (Tanam jagung,). karyawan kebun, pegawai negeri/swasta, pedagang. Ada juga beberapa warga yang berusaha dengan membuat tambak/kolam ikan seperti ikan mas, nila maupun ikan lele.
         2.1.5    Kesehatan
Untuk fasilitas pelayanan kesehatan di kecamatan Dolok Batu Nanggar terbilang masih minim. Hanya sebagian desa saja yang telah memiliki puskesdes. Walaupun demikian pelayanan kesehatan masih dapat tercover.

1.2    PNPM MP Kec. Dolok Batu Nanggar
         1.2.1    Tahun Anggaran 2008
            Kecamatan Dolok Batunanggar adalah salah satu kecamatan  di Kabupaten Simalungun yang menerima alokasi dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri Perdesaan untuk tahun anggaran 2008 sebesar Rp.1.000.000.000,-(satu milyar rupiah)  yang sumber dana berasal dari  APBN 80% dan cost sharing  APBD 20%.
        1.2.2        Tahun Anggaran 2009
Tahun 2009 Kecamatan Dolok Batu Nanggar tetap menerima alokasi dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri Perdesaan untuk tahun anggaran 2009 sebesar Rp.900.000.000,-(sembilan ratus juta rupiah)  yang sumber dana berasal dari  APBN 80% dan DDUPB sebesar 20%. 
1.2.3  Tahun Anggaran 2010
Tahun 2010 Kecamatan Dolok Batu Nanggar tetap menerima alokasi dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri Perdesaan untuk tahun anggaran 2010 sebesar Rp.1.500.000.000,-(Satu meliar lima ratus juta rupiah)  yang sumber dana berasal dari  APBN 80% dan DDUPB sebesar 20%.

II.   PEMBAHASAN


3.1.   Simpan Pinjam di PNPM MP
Sebagaimana diketahui bersama bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri Perdesaan adalah satu upaya dalam menanggulangi masalah kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Penanggulan kemiskinan ini dilakukan melalui:
(a) Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaannya;
(b)  Pelembagaan system pembangunan partisipatif;
(c) Pengoptimalan fungsi dan peran pemerintah lokal;
(d)          Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana dasar masyarakat; dan
(e) Pengembangan kemitraan dalam pembangunan.
            Tahun 2008 merupakan tahun pertama bagi kecamatan Dolok Batunanggar dalam mengikuti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri Perdesaan, walaupun demikian masyarakat telah berhasil menggebrak pemikiran awam selama ini yang mendeskreditkan bahwa perubahan hanya ada di tangan penguasa dan pemerintah.

             
              (Masyaraat sangat antusias mendengaran penjelasan fasilitator ketika pertemuan Musyawarah desa sosialisasi )

Hal ini dibuktikan dengan besarnya partisipasi masyarakat disetiap desa dan kelurahan. Setiap desa diundang untuk mengadaan pertemuan mulai dari sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan sampai pada pelestarian. Salah satu tingkat partisipasi yang cukup besar ini terlihat dari banyaknya kelompok perempuan yang mengajukan usulan pinjaman.
3.3.   Pengelolaan Simpan Pinjam (Sistem Tanggung Renteng/STR)
Sistem Tanggung Renteng dipakai sebagai jaminan sosial yang tercipta berdasarkan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat, yaitu, kebersamaan, tolong-menolong dan kepercayaan antar anggota masyarakat. Inilah sistem bergotong-royong dan kebersamaan, biar kalau ada kesulitan, kelompoknya kerja sama untuk meringankan. Semua anggota yang ada di setiap kelompok harus bertanggung jawab kepada anggotanya masing-masing. Sono Ahmadi yang merupakan salah satu tokoh masyarakat dan sekaligus sebagai anggota BP-UPK PNPM mandiri perdesaan Kec. Dolok Batu Naggar menyampaikan secara gamblang di pertemuan kelompok, bahwa :
“…semua anggota harus mengikuti prosedur yang ada di PNPM Mandiri Perdesaan, ini juga tujuannya demi memudahkan perputaran simpan pinjam yang ada di kelompok. Kalau pengembalian lancar, ekonomi masyarakat miskin lainnya akan semakin banyak yang dapat terbantu…” [1]
Lagipula, pelaksanaan STR mengurangi masalah pembayaran secara drastic. Dengan STR, kalau ada anggota yang tidak membayar kewajibannya maka, seluruh anggota dalam kelompok itu menanggungnya jadi mau tidak mau, setiap anggota akan saling kontrol dan mengingatkan supaya tidak lalai dalam menemuhi kewajibannya.
Setiap kelompok berkewajiban untuk mengembangkan nilai-nilai kebersamaan, kepercayaan, kepedulian, dan empati, baik dalam sisi kemanusiaan maupun kewajiban berupa finansial. Mekanisme tanggung renteng dapat digunakan sebagai alat untuk pemberdayaan anggota melalui pembinaan, serta dapat dipakai sebagai pengaman aset koperasi melalui bentuk saling menanggung pada segi finansial bila terjadi masalah. Selanjutnya, kelompok menyediakan interaski, saling tanggung rasa, saling menghargai dan menjaga diri – harus ada disiplin dan kebersamaan dalam menemuhi kewajiban sebagai menerima kredit. Oleh karena ini, ada peningkatan harga diri, kesejahteraan masyarakat dan rasa tanggung jawab sosial.
“ Melalui kelompok rakyat miskin menjadi ‘bankable’ karena tanggungan dapat ditanggung renteng.”
Beberapa factor lain yang dapat mendukung perkembangan kelompok yaitu dengan adanya papan informasi. Pengoptimalan papan informasi juga sangat mempengaruhi pengembangan anggota. Setiap bulan papan informasi dapat menyajikan perkembangan yang sedang terjadi baik di kelompok, desa, maupun di kecamatan.
Papan informasi tidak saja dapat menyajikan berita tentang PNPM mandiri Perdesaan, juga dapat menginformasikan perkembangan kas atau kondisi tiap-tiap anggota


                                   (papan informasi Nagori Dolok Merangir I yang menyajikan beberapa informsi)

3.3.   Hak dan tanggung Jawab Anggota Kelompok
            Dalam sistem pengembaliannya ada beberapa desa yang memberikan ketetapan pengembalian pinjaman kepada kelompok sebesar 2 % bunga  per anggota kelompok. Ketetapan tersebut telah disepaati oleh seluruh anggota sebagai tambahan kas bagi kelompok. Dengan adanya kas kelompok, anggota akan lebih sehat dalam pengelolaan keuangan.
Hampir dari keseluruhan Kelompok Simpan Pinjam yang ada di Kecamtan Dolok Batu Nanggar saat ini berdiri berlandaskan atas kebutuhan bersama. Karena kebutuhan tersebut mendorong mereka untuk dapat saling tolong menolong dalam menjalankan perputaran simpan pinjam kelompok.
3.4.   Kilasan Kelompok SPP
            Bantuan dana khusus perempuan yang dikelola di Kecamatan Dolok Batunanggar saat ini telah ada 42 kelompok, 22 kelompok dari kelompok tahun 2008 dan 20 kelompok perguliran. Setiap kelompok memiliki anggota sebanyak lima sampai sepuluh orang maksimal. Setiap anggota berkewajiban mengembalikan pinjaman dengan bunga 1,8% dengan sistem bunga menurun.  
            Dibawah ini penulis paparkan beberapa kelompok yang dapat penulis sajikan dari empat puluh lebih kelompok SPP yang ada di Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
3.4.1    Dolok Merangir I
         Seperti telah diuraikan sebelumnya diatas bahwa kecamatan dolok batu nanggar didominasi oleh wilayah perkebunan. Yaitu perkebunan karet dan sawit. Sehingga masyarakatnya pun lebih banyak yang menjadi karyawan/buruh di dua perusahaan tadi.
         Untuk nagori Dolok merangir 1 saat ini telah memiliki tujuh kelompok Simpan pinjam perempuan, dimana delapan kelompok merupakan kelompok dari tahun 2008 dan 1 kelompok dari dana perguliran.
3.4.2.      Nagori Padang Mainu
         Padang Mainu merupakan salah satu nagori yang ada dikecamatan Dolok Batu Nanggar yang mendapat aloksidana Simpan Pinjam PNPM Mandiri Perdesaan. Nagori ini termasuk salah satu yang mayoritas penduduknya berpenghasilan dari usaha pengrajin. Diantaranya adalah pengrajin pembuat emping, kerajinan dari bambu, seperti topi caping, tampa, dan keterampilan lainnya yang dibuat dari bambu. Untuk bahan baku rata-rata berasal dari milik masyarakat
      


               poto bareng kelompok spp dengan upk dan fk
 
3.5.   Kendala dan Hambatan
         Seperti kita ketahui bersama bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perdesaan (PNPM MP) merupakan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin di perdesaan dengan partisipasi masyarakat. Walaupun demikian tetap masih ditemukan kendala dalam menjalankan tugas mulia tersebut. Endala yang sering dihadapi antara lain :
·   Kendala bagi fasilitator dan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan
·   Kendala bagi masyarakat
3.6. Tingkat Keberhasilan Program kelompok Simpan Pinjam




[1] Rapat Bulanan, Kelompo simpan pinjam anggrek 1, dolok merangir 1, 29 Agst 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar